Make your own free website on Tripod.com
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
View Profile
17 Jan, 05 > 23 Jan, 05
3 Jan, 05 > 9 Jan, 05
6 Dec, 04 > 12 Dec, 04
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Indonesia
Friday, 21 January 2005
Pernyataan Nikken Tentang Gempa Bumi
Pernyataan Nikken Tentang Gempa Bumi

(Setiap saat ketika terjadi gempa bumi atau bencana, Nikken mengatakan "itu terjadi karena ada orang-orang yang tidak percaya pada saya (Nikken)" atau "gara-gara ada orang yang mengkritik saya.")

Mengenai Gempa Bumi Besar di wilayah Hanshin pada tahun 1995:
"Gempa bumi besar ini terjadi sebagai hukuman nyata dan disebabkan oleh pemfitnahan dharma yang menghina Nichiren Shoshu."(Pada bulan April 1995 di Propinsi Shizuoka)

Mengenai Gempa Bumi Barat Daya Hokkaido:
"Bencana besar itu pun terjadi karena di daerah tersebut ada yang mendoakan supaya pesawat terbang yang saya naiki ke Hokkaido jatuh." (Dainichiren, edisi bulan Mei 1998)

Mengenai Erupsi Gunung Fugendake di wilayah Kyushu:
"Terutama karena ada yang memfitnah saya, maka hari berikutnya meletuslah gunung yang bernama Fugendake di Kyushu di Jepang." (Pada bulan Februari 1995 di Propinsi Kagoshima)

Terhadap Gempa Bumi Iran:
"Dari sosok yang tidak percaya atau menghianati Sutra Bunga Teratai sebagai hakikat agung hukum Budha, muncullah kesulitan atau bencana yang disebabkan oleh berbagai karma buruk.
Dalam tahun-tahun terakhir ini pun terjadi bencana besar di negara kita seperti Erupsi Gunung Fugendake dan Gempa Bumi Besar di wilayah Hanshin dan Awaji, dan jika meneliti kejadian ini dengan teliti, bisa diperkirakan bahwa berbagai pemfitnahan dharma dari organisasi jahat menjadi penyebab besar kejadian itu.
Akhir-akhir ini pun, sekitar 6 hari yang lalu, terjadi gempa bumi besar di negara Iran, dan dikabarkan bahwa sekitar 50 ribu orang meninggal dunia. Kita harus berpikir bahwa berbagai karma buruk di dunia terjadi berkaitan dengan Sutra Bunga Teratai."
(Tanggal 1 Januari 2004)

Mengenai Gempa Bumi di Aceh dan Sumatra Utara
"Akhir-akhir ini terjadi berbagai bencana alam yang tidak normal seperti Gempa Bumi wilayah Chuetsu pada tahun yang lalu, namun orang-orang di masyarakat tidak tahu penyebabnya karena tidak mengenali hukum Budha.
Pada akhir tahun 2004 yang lalu, bencana besar yang terjadi berpusat dari Indonesia itu menyebar dan melintasi Samudera Hindia dan mengakibatkan kerugian besar-besaran.
Mengenal hal ini, pulau Jawa di Indonesia terdapat banyak organisasi umat Nichiren Shoshu, dan sekarang ada murid saya yang bernama Shojo Sakabe sebagai bhiku di Pusat Penyebaran Ajaran Kuil Myogan-ji di negara tersebut, dan pria ini memberi laporan mengenai keadaan setempat pada tanggal 30 Desember 2004 yang lalu.
Dia melaporkan bahwa dua umat yang tidak tahu keberadaannya itu telah ditemukan dalam keadaan selamat.
Karena isi laporan adalah seperti "walaupun di Indonesia terdapat korban jiwa lebih dari 50 ribu orang, namun umat Nichiren Shoshu sama sekali tidak ada yang menjadi korban", maka saya sungguh-sungguh ingin memberitahukan hal ini kepada anda semua.
Pada saat gempa bumi di Chuetsu (di Jepang) tersebut pun sama sekali tidak ada korban. Umat-umat Nichiren Shoshu dimana pun berada bisa menghindari kerugian khususnya kerugian pada tubuh, maka saya merasa sungguh-sungguh ajaib."
(Tanggal 1 Januari 2005)

Posted by nikken67 at 12:01 AM EST
Updated: Monday, 24 January 2005 3:49 AM EST
Post Comment | Permalink
Friday, 7 January 2005
artikel "Republika"

http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=183074&kat_id=16

Jumat, 07 Januari 2005
Pluralisme dan Solidaritas Bangsa
Oleh :
Tarmizi Taher
Ketua Dewan Direktur Eksekutif Center for Moderate Muslim (CMM) dan Mantan Menteri Agama RI


Adalah sebuah sekte Budha dari Jepang, Nichiren Shosu, yang sempat menebarkan pernyataan-pernyataan tidak simpatik kepada umat Kristen dan Islam, hal ini kemudian menimbulkan ketegangan yang mengganggu kerukunan antarumat beragama. Dalam sebuah ceramah umum (juga didokumentasikan dalam sebuah situs internet) yang disampaikan oleh bikhu tertingginya, Nikken Abe, mengatakan: ''Hukum Budha yang sudah tersebar luas di India dimusnahkan total oleh umat agama Islam yang menginvasi ke daerah tersebut. Mereka menghancurkan segala patung Budha, membakar sutra agama Budha, dan membunuh para bikhu dan bikhuni. Dengan demikian agama Budha di India sungguh-sungguh telah dimusnahkan oleh mereka (umat Islam)''.

Pernyataan tersebut apabila tidak dianalisis secara lebih komprehensif dan kritis, sangat mudah disalahpahami oleh pengikutnya dan pihak lain. Generalisasi yang timbul akibat dari pernyataan tersebut berpotensi merusak kerukunan umat beragama. Tidak heran jika kemudian muncul reaksi keras dari umat Islam di Amerika, salah satunya dari Ghazi Yankan, Direktur Eksekutif CAIR (Council on American Islamic Relations). Begitupula pernyataan pedasnya (baca: Nicheren Soshu) terhadap umat kristen: ''Mother Teressa mengajak orang-orang menuju kesengsaraan. Mother Teressa berdasarkan pada ajaran yang salah. Dia merasa bahwa tindakan diri sendiri itu benar dan murni. Tetapi, karena ajaran yang diajarkan itu salah, maka orang-orang yang mengikutinya juga jatuh ke dalam neraka seperti dia''. Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dan gugatan dari umat Katolik di Argentina, dan berujung pada keputusan pemerintah Argentina melarang kegiatan Nicheren Soshu dan mencabut status badan hukumnya.

Pernyataan dari sekte Budha ini (Nicheren Soshu) mencerminkan sikap eksklusif, yang tidak toleran dan tidak menghargai agama lain. Alih-alih dapat menumbuhkan hidup beragama yang harmonis, justru menciptakan ketegangan dan permusuhan. Karena itu, meskipun rencana kedatangan Nikken Abe (bikhu tertinggi dari sekte Nicheren Soshu) ke Indonesia pada tanggal 25 Januari 2005 nanti hanyalah kunjungan biasa, terkait dengan upacara internal penganut sekte ini, namun sikap eksklusif dan arogan yang menjadi pandangan dan keyakinannya harus ditolak masuk ke Indonesia. Bila pandangan eksklusif (fanatik dan arogan) semacam ini dibiarkan tumbuh subur di Indonesia, maka bisa dipastikan kehidupan beragama di Indonesia akan semakin tidak harmonis

Posted by nikken67 at 6:21 AM EST
Post Comment | Permalink
Wednesday, 5 January 2005
Jadwal 2


Rabu, tanggal 26 Januari
Upacara Penyemayaman Objek Pemujaan Gohonzon di Kuil Myogan-ji, Megamendung

Kamis, tanggal 27 Januari
Upacara Penyemayaman Objek Pemujaan Gohonzon di Kuil Hosei-ji,

Malam hari
JakartaPertemuan Umat se-Indonesia dan Pesta Kebudayaan

Jumat, tanggal 28 Januari
stirahat (wisata)

Sabtu, tanggal 29 Januari
Pesta Makan Siang

Posted by nikken67 at 5:17 AM EST
Post Comment | View Comments (1) | Permalink
Friday, 10 December 2004
Jadwal
Selasa, tanggal 25 Januari Tiba di Indonesia

Minggu, tanggal 30 Januari Kembali ke Jepang

Posted by nikken67 at 12:01 AM EST
Updated: Wednesday, 5 January 2005 4:58 AM EST
Post Comment | Permalink

Newer | Latest | Older