Make your own free website on Tripod.com
index

CONTOH-CONTOH KASUS PENOLAKAN PERMOHONAN VISA TERHADAP BHIKU (PENDETA AGAMA BUDHA) TERTINGGI 'NIKKEN' SERTA BHIKU-BHIKU DARI SEKTE NICHIREN SHOSHU

Tindakan ilegal dan kerusakan moral Bhiku Tertinggi beserta bhiku-bhiku Nichiren Shoshu mulai diketahui oleh masyarakat di dalam maupun di luar Jepang. Karena alasan tersebut, akhir-akhir ini kasus penolakan permohonan visa dari Bhiku Tertinggi Nikken dan bhiku-bhiku Nichiren Shoshu mulai bermunculan secara menyolok.

1. KASUS PENOLAKAN PERMOHONAN VISA TERHADAP BHIKU TERTINGGI NIKKEN

(1) DI BRASIL

Pada bulan Januari 2003, Bhiku Tertinggi Nikken mengajukan permohonan visa kepada pemerintah Brasil untuk mengunjungi negara tersebut dalam rangka penyelenggaraan upacara keagamaan. Akan tetapi, pemerintah Brasil menolak permohonan visa Bhiku Tertinggi Nikken beserta empat pemimpin bhiku Nichiren Shoshu lainnya karena tingkah laku dan perbuatan buruk bhiku dan kerusakan moral Bhiku Tertinggi yang dianggap sebagai ancaman terhadap munculnya kebobrokan moral masyarakat negara Brasil.

(2) DI GHANA

Pada bulan Januari 1999, Bhiku Tertinggi Nikken telah mengajukan permohonan visa untuk mengunjungi Ghana dalam rangka penyelenggaraan upacara peresmian kuil di negara tersebut. Rombongan kunjungan yang direncanakan itu terdiri dari 35 orang bhiku, dan Bhiku Tertinggi Nikken sendiri berperan sebagai ketua rombongannya.

Visa mereka telah dikeluarkan lewat Kedutaan Besar Ghana di Tokyo, tetapi pihak berkuasa dari negara di benua Afrika tersebut mencabut ijin masuk yang telah dikeluarkannya karena mengetahui perbuatan yang mengakibatkan kerusakan moral masyarakat yang dilakukan oleh Bhiku Tertinggi Nikken beserta bhiku-bhiku Nichiren Shoshu. Berita rencana kunjungan para bhiku itu sangat mencemaskan masyarakat setempat. Kasus demikian sangat jarang terjadi.

2. CONTOH-CONTOH KASUS PENOLAKAN VISA TERHADAP BHIKU-BHIKU NICHIREN SHOSHU

a. DI KOREA SELATAN

Di Korea Selatan timbul sebuah kasus dimana Nichiren Shoshu mengajukan permohonan pembangunan fasilitas kesejahteraan yang diberi nama "Pusat Kesejahteraan Kaum Tua", namun setelah selesai dibangun, tempat tersebut telah digunakan sebagai kuil. Karena melanggar peraturan yang berlaku, pihak berwenang segera menutup bangunan tersebut.

Selain itu, juga ada kasus dimana para bhiku Nichiren Shoshu membawa sejumlah besar Yen secara ilegal ke Korea Selatan. Untuk itu, lebih dari 10 orang bhiku telah dilarang masuk ke Korea Selatan. Permohonan visa mereka ditolak selama dua tahun.

b. DI MALAYSIA

Negara Malaysia yang beragama Islam menganggap bahwa perbuatan tercela yang dilakukan oleh Bhiku Tertinggi Nikken dan bhiku-bhiku Nichiren Shoshu secara etika dan moral akan mengakibatkan kekacauan dalam masyarakat setempat, sehingga permohonan visa enam orang bhiku ditolak. Bhiku Shoujo Sakabe yang sedang bertugas di kuil Nichiren Shoshu di Indonesia sekarang ini pun merupakan salah seorang bhiku yang permohonan visanya ditolak oleh pemerintah Malaysia.

c. DI AUSTRIA

Pemerintah Austria menolak permohonan perpanjangan visa yang dimiliki oleh Bhiku Kaido Seki dari Nichiren Shoshu yang telah tinggal selama dua tahun di negara tersebut. Akhirnya dia dideportasi oleh pemerintah setempat.

Alasan pemerintah Austria menolak perpanjangan visa Bhiku Kaido Seki adalah:
íŽ Karena dalam proses pendidikan bhiku-bhiku muda yang berusia lebih dari 12 tahun, para bhiku senior melakukan tindak kekerasan terhadap bhiku-bhiku junior. Tindakan demikian telah menjadi suatu kebiasaan yang lumrah, termasuk sodomi juga biasa terjadi.
íŽ Karena antara Nichiren Shoshu Jepang dan Austria telah saling mengirim uang secara ilegal.
íŽ Karena Bhiku Kaido Seki tidak memberi laporan yang wajib disampaikan kepada pemerintah atas pengumpulan uang sumbangan dari umat.