Make your own free website on Tripod.com
index

Nichiren Shoshu mengirim acolyte (pembantu bhiku yang sedang dilatih untuk menjadi bhiku di kemudian hari) ditolak masuk ke sekolah pasca sarjana di luar negeri karena ijazah palsu

DI KOREA

Pada tahun 1999, Nichiren Shoshu mencoba mengirimkan dua orang acolyte ke Korea. Mereka mendaftarkan diri di program pasca sarjana Universitas En-sei, salah satu universitas terkemuka di Seoul. Akan tetapi mereka ketahuan menggunakan ijazah palsu. Mereka mengajukan pendaftaran dengan ijazah yang dikeluarkan oleh "Universitas Fuji Gakurin." Namun "Fuji Gakurin" adalah sebuah sekolah privat yang didirikan oleh Bhiku Tertinggi Nikken, dan tidak diakui oleh Departemen Pendidikan sebagai sebuah perguruan tinggi. Universitas Fuji Gakurin sama sekali tidak pernah diakui sebagai perguruan tinggi oleh Departemen Pendidikan.

DI INDIA

Nichiren Shoshu melakukan hal yang sama di India. Dua orang acolyte bernama bhiku Shoso Kotake dan bhiku Shojo Sakabe mengajukan pendaftaran sekolah pasca sarjana di Universitas Delhi, salah satu universitas terkemuka di India. Koran Hindu Newspaper memberitakan hal ini dalam edisi sore tanggal 24 September 1999. Sebuah koran berbahasa Inggris, The Hindu, juga memberitakan penipuan ini pada tanggal 4 Oktober. Berita koran tersebut mengatakan pendaftaran mereka ditolak setelah ketahuan bahwa mereka melampirkan ijazah palsu dalam permohonannya.

Koran tersebut juga melaporkan bahwa tujuan sesungguhnya dari permohonan mereka bukanlah untuk belajar, tapi untuk tinggal menetap di India.

Zoom outIjasa palsu Sakabe Shojo

Surat kabar India yang memberitakan bahwa dua orang biku dari Nichiren Shoshu telah mencoba mendaftar kepada program paska sarjana Universitas Delhi dengan ijasa palsu, oleh karena itu dikeluarkan oleh perguruan tinggi tersebut.
(Kanan:Surat kabar berbahasa Hindi. Kiri:Surat kabar bahasa Inggris)

Zoom out Zoom out