Make your own free website on Tripod.com
index

Kunjungan Bhiku Tertinggi Nikken ke Taiwan dan Pemberitaan Media Massa



Sejak tanggal 26 hingga 30 Nopembar 2004, Bhiku Tertinggi Nikken mengunjungi Taiwan. Rombongan yang mengikutinya berjumlah 64 orang. Terdiri dari bhiku 40 orang, istri bhiku 13 orang termasuk istri Bhiku Nikken, dan pimpinan umat 11 orang.
Dua minggu sebelum kedatangan Bhiku Nikken, berita kedatangannya telah disebarkan kepada masyarakat Taiwan melalui internet. Pengguna internet mulai memprotes dengan keras, sehingga hal itu menjadi polemik besar. Kemudian artikel panjang mengenai kritikan terhadap kunjungannnya telah dimuat dalam koran utama di Taiwan, yaitu "Cina Times".
Artikel tersebut mengatakan, "Nikken Abe, pemimpin tertinggi Nichiren Shoshu yang telah menimbulkan kritikan di seluruh dunia akan datang ke Taiwan dalam waktu dekat. Nikken alias 'Bhiku Cabul Jepang' yang suka minum alkohol, makan daging, dan bukan hanya itu, kemewahannya pada saat kunjungan ke Taiwan adalah tidak kalah dengan Presiden. Dan juga, dia dicurigai telah berhubugan dengan pelacur di Amerika Serikat."
Setelah pemberitaan artikel ini, banyak media massa mulai mengikuti dan memberitakan hal tersebut. Sebanyak 2 koran, 7 siaran televisi, dan 11 situs berita internet secara berkelanjutan mengulang-ulang pemberitaan yang mengritis kedatangan Bhiku Nikken ke Taiwan.
Tujuan kunjungan ke Taiwan kali ini dikatakan untuk mengadakan upacara peresmian kuil Nichiren Shoshu di dua tempat. Akan tetapi, soal menginap di hotel yang mewah, penjagaan yang berlebihan, apalagi sumbangan khusus yang mahal untuk ikut serta dalam upacara yang dihadiri Bhiku Nikken justru telah menarik perhatian banyak orang.
KORAN ZHONG GUANG edisi internet
(Tertanggal 26 Nopember 2004, waktu setempat 17:30)

BHIKU SEKTE AGAMA BUDHA NICHIREN SHOSHU DARI JEPANG BERKUNJUNG KE TAIWAN BERSAMA ISTERINYA

Nikken Abe, Bhiku Tertinggi Nichiren Shoshu, yakni sebuah sekte agama Budha Jepang, datang ke Taiwan dengan pesawat beserta isteri untuk penyebaran ajaran. Setelah Bhiku Tertinggi Nikken memperoleh izin keluar di imigrasi bandara, ia dihadiahkan dengan karangan bunga dari anak-anak dalam penyambutan oleh penganut Taiwan.
Bhiku Tertinggi Nichiren Shoshu tersebut pernah dihujani dengan kritikan masyarakat hingga diberi nama panggilan "Bhiku Cabul" karena adanya skandal berupa makan daging, minum minuman keras, beristeri, beranak dan sebagainya.
Para penganut yang mempercayainya tidak mempedulikan hal tersebut dengan alasan bahwa doktrin agama Budha adalah manusia sejak lahir memiliki hak yang sama. Dan malah mereka memiliki penganut sebanyak 350,000 orang dari 30-an negara dan wilayah. Program kunjungan ia ke Taiwan dimulai dari tanggal 26 Nopember hingga 1 Desember untuk memberi khotbah kepada 20,000 penganut Nichiren Shoshu yang ada di Taiwan.
TVBS
(27 Nopember 2004, pukul 13:30)

PENYEBARAN AJARAN NICHIREN SHOSHU DI KOTA TAICHUNG DENGAN PENGAWALAN SETINGKAT PRESIDEN

Wartawan: Jing Jian-zhi, Chen Ji-Jun; Berita dari Taichung

Hari ini, Bhiku Tertinggi Nikken Abe dari Nichiren Shoshu, yakni sebuah sekte agama Budha Jepang telah memberi khotbah di kota Taichung. Pada saat itu, kelompok penganutnya menggerakkan banyak penjaga untuk mengawal kunjungannya. Pengaturan media massa pun sangat ketat, seolah-olah sedang mengawali presiden negara.
Para penganut menyambut para bhiku dari Jepang dengan patuh sambil mengungkapkan sutra. Raut wajah penganut dengan tangan terkatup kelihatan sangat khidmat.
Banyak penjaga yang ditempatkan, baik di dalam maupun di luar vihara dan saling berkomunikasi dengan radio seperti sedang melindungi presiden, dan mereka membuat garis pembatasan untuk melarang orang yang tidak bersangkutan masuk, dan penjaganya berteriak "Tidak boleh ambil foto tanpa izin!" Walaupun dipercayai sebagai bhiku yang sangat berwibawa, tetapi apakah perlu melakukan pengawalan yang sedemikian ketat dengan menyediakan penjaga sebanyak ini ?
TV TAIWAN
(27 Nopember 2004, pukul 12:45)

PENYEBARAN AJARAN YANG DILAKUKAN OLEH NIKKEN ABE
DILINDUNGI KETAT OLEH PENJAGA

Kunjungan Bhiku Tinggi Nikken Abe, bhiku dari Jepang yang beristeri dan makan daging, menimbulkan kritikan masyarakat di Taiwan.
Hari ini dia melakukan upacara keagamaan untuk pertama kali di kota Taichung yang dihadiri oleh 2,000 penganut. Pada saat itu mereka tidak hanya menerima sumbangan uang, tetapi menggerakkan penjaga untuk melindungi Nikken, dan menerapkan banyak larangan terhadap pengambilan berita oleh media massa, dan suasana tersebut terlalu berlebihan untuk sekedar aktivitas keagamaan.

(Sosok Nikken di dalam visual)

Nikken Abe adalah bhiku tinggi di Jepang yang beristeri dan makan daging. Upacara keagamaan kali ini yang dilakukan di kota Taichung dihadiri oleh 2,000 penganut yang datang dari seluruh Taiwan. Yang sangat mengherankan adalah pada saat Nikken muncul, penjaga mulai mengatur para peserta dalam aula. Wartawan media massa pun tidak diijinkan melewati garis pembatasan yang berwarna hijau. Demikian anehnya pengawalan mereka.
Berdasarkan informasi yang telah kami kumpulkan, penganut hanya dapat memasuki aula untuk mendengarkan ceramahnya setelah memberikan sumbangan uang yang telah ditentukan. Dua kotak uang yang tersedia di lantai bawah dipenuhi uang sumbangan dari penganut. Walaupun hal ini merupakan fakta, tetapi penanggung-jawab kegiatan tersebut menekankan bahwa uang itu adalah sumbangan rela dari penganut.
Suasana tersebut jauh berbeda dengan agama yang sudah ada di Taiwan, karena ada banyak larangan yang tidak mempedulikan tradisi keagamaan Budhisme. Oleh karena itu, wajar sekali masyarakat merasa aneh ketika melihat upacara tersebut.
TV Dong Shen
(27 Nopember 2004, pukul 14:51)

BHIKU TERTINGGI NICHIREN SHOSHU
BERKUNJUNG KE TAIWAN UNTUK PENYEBARLUASAN AJARAN

UPACARA KEAGAMAAN LESU DAN PENUH MISTERI

Wartawan : Ren Yi-Fangˇ¦Wang Ying-zhang; Berita Taichung

Nikken Abe, Bhiku Tertinggi Nichiren Shoshu, yakni sebuah sekte agama Budha Jepang, pertama kali berkunjung ke Taichung untuk penyebarluasan ajaran. Tetapi Nikken Abe duduk terus sambil membelakangi 2,000 penganut selama upacara berlangsung. Pada saat upacara berlangsung, penganut menunjukkan rasa hormat dengan cara melihat bhiku tertinggi sambil menyelipkan daun di mulut untuk mencegah hawa mulut mengenainya. Seperti begini upacara agama berlangsung dengan lesu dan penuh misteri.
Dan ketika media massa berdatangan untuk bertanya, mereka segera dihalang oleh penjaga, dan dilarang memotret wajah bhiku tertinggi. Demikian anehnya suasana upacara tersebut.