Make your own free website on Tripod.com
index

Ketua Bhiku di Shimonoseki Ditangkap atas Dugaan Tindakan Cabul

Pada tanggal 27 September 2004, Kantor Polisi Ori-o di Kabupaten Fukuoka menangkap bhiku Taketomi Doshin (39), ketua bhiku dari sebuah kuil di kota Shimonoseki, atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-undang tentang Pembinaan Anak-anak Secara Sehat melalui tindakan cabulnya.
Menurut pemeriksaan, sekitar pukul 2 sore tanggal 10 September, Taketomi dikatakan telah melakukan tindakan cabul terhadap seorang siswi SMU kelas 3 (berusia 17 tahun) dari Okagaki-cho di sebuah hotel di Onga-cho. Taketomi sepenuhnya sadar bahwa siswi tersebut di bawah umur. Mereka berdua saling mengenal melalui "Two-shot Dial"* pada akhir bulan Juli. Taketomi mengaku "melakukan hubungan intim dengan siswi tersebut pada 4 atau 5 kesempatan."
Ibu siswi tersebut merasakan keanehan tingkah laku putrinya dan menemukan kebenaran itu ketika dia menanyakan secara tegas kepada putrinya. Kemudian siswi tersebut disuruh ibunya membuat janji dengan Taketomi untuk ketemu di dekat rumah mereka. Ketika Taketomi melihat ibu dari siswi itu, dia mencoba untuk melarikan diri dengan mobilnya, tapi secara tidak sengaja mobil tersebut menabrak ibu siswi tersebut. Polisi mengetahui tindakan cabul Taketomi pada saat pemeriksaan laporan kecelakaan ini.

CATATAN KAKI: * "Two-shot Dial": sebuah layanan telepon dimana komputer mengatur anggota-anggotanya yang berlawanan jenis kelamin untuk bertemu. Layanan ini telah disalah-gunakan dan telah menjadi perhatian masyarakat karena telah menjadi penyebab kriminal seksual belakangan ini.



Kelakuan Seksual yang Tidak Senonoh dari Bhiku Shinwa Goto

Pada tanggal 26 Mei 1998, seorang bhiku Nichiren Shoshu bernama Shinwa Goto ditangkap oleh kepolisian Kota Fuji, Kabupaten Shizuoka, atas dugaan terlibat dalam hubungan seksual dengan dua siswi SMP, sehingga melanggar peraturan pemerintah daerah tentang perlindungan anak-anak dari kelakuan seksual yang tidak senonoh oleh orang dewasa. Dia mengaku kesalahannya.
Kemudian Bhiku Goto ditangkap kembali oleh kepolisian Kota Numazu, di Kabupaten Shizuoka, atas dugaan memperkosa seorang siswi SMU berusia 16 tahun di Kota Numazu, dan menyebabkan siswi tersebut menderita luka yang memerlukan waktu dua minggu untuk pulih kembali. Bhiku Goto diduga telah menarik secara paksa siswi yang sedang menunggu lampu lalu lintas pinggir jalan ke dalam mobilnya dengan dalih menanyakan jalan pada tanggal 27 Januari 1998.
Kasus kelakuan seksual tidak senonoh yang melibatkan seorang bhiku tersebut dianggap cukup luar biasa, sehingga telah meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kebhikuan Nichiren Shoshu.
Zoom out