Make your own free website on Tripod.com
index

MASALAH-MASALAH NICHIREN SHOSHU DI INDONESIA



(1) MASALAH KUIL

Pada saat ini, terdapat sebuah gedung yang bernama Kuil Myogan-ji sebagai kuil Nichiren Shoshu di Indonesia, namun kuil ini didirikan tanpa melalui proses yang resmi dan sah. Walaupun demikian, kuil tersebut telah dicantumkan dalam daftar kuil Nichiren Shoshu. Selain itu, kegiatan di Kuil Myogan-ji tersebut berkali-kali diperkenalkan dalam majalah Nichiren Shoshu.

Bertambah pula, Nichiren Shoshu membangun Kuil Hosei-ji di Jalan Padang sebagai kuil kedua di Indonesia, dan direncanakan acara peresmian Hosei-ji pada bulan Januari 2005 sebagai upacara resmi Nichiren Shoshu. Dalam rangka upacara peresmian ini, Bhiku Tertinggi Nikken akan datang di Indonesia disertai sejumlah bhiku.

Pada tahun 1993 di Korea Selatan, Nichiren Shoshu mengajukan permohonan palsu pembangunan kuil sebagai fasilitas kesejahteraan, dan pemalsuan permohonan ini menjadi masalah besar di negara tersebut. Selain itu, pemerintah Singapura berulang kali menolak permohonan yayasan kuil Nichiren Shoshu karena Nichiren Shoshu telah membuat masalah keuangan, maka saat ini pun pembangunan kuil belum pernah diijinkan.

Seiring dengan pembangunan Myogan-ji di Megamendung, pada tahun 1998 Nichiren Shoshu menempatkan bhiku Doken Nakano. Nichiren Shoshu menjelaskan alasan penempatan bhiku Nakano ini adalah "untuk membina bhiku orang Indonsia, bukan untuk menyelenggarakan acara keagamaan". Akan tetapi, pembinaan bhiku orang Indonesia sama sekali tidak dilaksanakan, bahkan acara keagamaan diselenggarakan secara rutin.

Selain itu, pihak Nichiren Shoshu membanggakan diri dengan mengatakan bahwa "Di Indonesia, penempatan bhiku tidak diijinkan, namun Nichiren Shoshu merupakan satu-satunya agama yang diberi ijin penempatan tersebut."

Bhiku Nakano sebagai bhiku pertama Nichiren Shoshu bermusuhan dengan pimpinan umat di Indonesia, maka bhiku Nakano diganti pada tahun 2000. Sekarang, bhiku yang bertugas di Indonesia adalah bhiku Shojo Sakabe.



(2) MASALAH BHIKU SAKABE YANG SEDANG BERTUGAS DI INDONESIA

A) SOAL PEMALSUAN RIWAYAT PENDIDIKAN DAN DITOLAKNYA PERMOHONAN UNTUK MASUK UNIVERSITAS DI INDIA


Untuk bertugas di Delhi di India, bhiku Sakabe mendaftarkan diri untuk program pasca sarjana di Univrsitas Delhi. Pada saat itu, dia melampirkan ijazah dari "Universitas Fuji Gakurin" yang dimiliki Nichiren Shoshu, namun hingga ini belum mendapat pengakuan dari Departemen Pendidikan Jepang sebagai sebuah perguruan tinggi, sehingga bhiku Sakabe secara resmi tidak pernah mendapat ijazah S1 dari perguruan tinggi resmi mana pun. Hal ini mengakibatkan masalah besar, dan akhirnya permohonan bhiku Sakabe ditolak.

Sesudah tamat SMU, bhiku Sakabe melanjutkan pendidikannya di "Universitas Fujigakurin" yang didirikan Nichiren Shoshu. Akan tetapi, "Universitas Fujigakurin" sama sekali tidak pernah diakui sebagai sebuah universitas, maka sebenarnya tidak boleh disebut "universitas". Oleh karena itu, pendidikan terakhir bhiku Sakabe sebenarnya adalah SMA. Kalau ia tetap mempertahankan diri sebagai 'tamatan Univrsitas', itu merupakan pembohongan.

Zoom out Zoom out
Ijasa palsu Sakabe Shojo


B)SOAL PENOLAKAN IJIN TINGGAL / VISA DI MALAYSIA

Pada tahun 1999, ketika bhiku Sakabe mengajukan permohonan ijin tinggal / visa, ia ketahuan menggunakan ijazah universitas palsu, maka permohonan ijin tinggalnya ditolak.

C) MASALAH WANITA DI JEPANG

Sebelum bertugas di Indonesia, Bhiku Sakabe bekerja di Kuil Myoko-ji di Tokyo sebagai salah satu pembantu bhiku. Waktu itu, dia bertunangan dengan seorang umat wanita di kuil tersebut, namun dibatalkan. Setelah itu, ia bergaul dengan wanita lain, tetapi soal ini menjadi masalah karena wanita tersebut baru bercerai.

Bhiku-bhiku Nichiren Shoshu sering bergaul dengan penganut wanita. Hal menjadi masalah. Misalnya, akhir-akhir ini bhiku Nakamoto yang bertugas di biro luar negeri Nichiren Shoshu ketahuan bergaul dengan wanita warga negara Singapura yang telah bersuami. Soal ini juga menjadi masalah.

Selain itu, waktu bhiku Yamada yang bertugas di Spanyol menghadiri pertemuan Itali, dia juga ketahuan bermain dengan wanita setempat. Karena perilakunya menjadi masalah, akhirnya dia telah dideportasi dari Spanyol.

Di Jepang, 2 orang bhiku Nichiren Shoshu telah ditangkap oleh aparat kepolisian karena memberikan uang kepada siswi SMU untuk bersenggama dengannya di hotel.

Zoom out