Make your own free website on Tripod.com
index

MASALAH SIFAT EKSKLUSIF NICHIREN SHOSHU TERHADAP AGAMA LAIN



Agama seharusnya berdasarkan semangat 'toleransi'. Akan tetapi, di dalam maupun di luar negeri, Nichiren Shoshu mengkritik agama lain seperti agama Islam dan agama Kristen dan membingungkan banyak orang. Penyebabnya adalah pemikiran dari Nikken sebagai bhiku tertinggi yang dogmatis dan berbeda jauh dari ajaran agama Budha. Sebagai contoh, Bhiku Tertinggi Nikken pernah berkata seperti di bawah ini:

1. Ceramah di Kuil Pusat Taiseki-ji, tanggal 16 Februari 2002
Upacara Unlang Tahun Pendiri Agama Peresmian Pagoda
Publikasi Nichiren Shoshu "Dainichiren" bulan Maret halaman 65

"Hukum Budha yang sudah tersebarluas di India dimusnahkan total oleh umat agama Islam yang menginvasi ke daerah tersebut. Mereka menghancurkan segala patung Budha, membakar sutra agama Budha, dan membunuh para bhiku dan bhikuni. Dengan demikian, agama Budha di India sungguh-sungguh telah dimusnahkan oleh mereka."

2. Ceramah di Kuil Sensho-ji di Miyazaki, tanggal 10 Oktober 2001
Upacara Peresmian Kuil Sensho-ji
Publikasi Nichiren Shoshu, "Dainichiren," bulan November halaman 66

"Karena ada tindakan yang tidak manusiawi dari agama Islam yang menekan agama lain hingga musnah, maka agama Budha dari Budha Sakyamuni hampir tidak ada lagi di India."

3. Ceramah di Kuil Pusat Taiseki-ji, tanggal 5 Agustus 1995
Perlatihan Musim Panas Umat Luar Negeri Ke3
Publikasi Nichiren Shoshu "Dainichiren" bulan September halaman 48.

"Dalam situasi dimana agama sesat berjumlah banyak, agama yang benar adalah agama yang membabarkan prinsip sebab dan akibat, jodoh, dan kebahagiaan dan kemalangan selama tiga masa, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Selain itu, agama Kristen, agama Islam, agama Hindu, dan sebagainya memang ada di dunia, namun satu-satunya agama yang membabarkannya dengan senpurna adalah agama Budha."

4. Ceramah di Kuil Pusat Taiseki-ji, tanggal 27 Maret 1994
Petemuan Generasi Muda Seluruh Jepang ke-3
Publikasi Nichiren Shoshu "Dainichiren" bulan Aplir.

"Jika memikirkan berbagai ajaran dari agama yang disebut sebagai agama sesat, sangat banyak agama yang membuat manusia kehilangan akal sehat dan kebijaksanaan yang dimiliki manusia. Menurut agama Kristen, Tuhan menciptakan manusia, tetapi tidak jelas Tuhan itu ada di mana. Bagi mereka, keimanan adalah hanya percaya pada Tuhan yang tidak kelihatan di mata, oleh karena itu agama demikian bukanlah agama yang benar. Selain itu, ada agama yang menganut Allah, tetapi mereka hanya percaya begitu sajaˇÄ. Dalam berbagai situasi, agama-agama sesat seperti itu seakan-akan membuat manusia buta pada kebijaksanaan, akal sehat, dan sifat Budha. Oleh karena itulah, dunia yang keruh dan penuh konflik ini menjadi semakin kacau."



Zoom out Zoom out Feb 16, 2002 Zoom out Oct 10, 2001
Zoom out Aug 5, 1995 Zoom out Mar 27, 1994

Pemikiran Nikken seperti ini mempengaruhi bhiku-bhiku di Nichiren Shoshu, sehingga para bhiku yang bertugas di luar negeri angkat bicara seperti Nikken dan menimbulkan masalah-masalah yang besar.

1) Kritik terhadap Agama Islam di Amerika

Pada bulan Juli tahun 2003, bhiku Jisei Nagasaka yang bertugas di Kuil Myosetsu-ji di New York mengkritik dan memfitnah agama Islam di Web Site kuil terserbut.
Kata-kata yang bermasalah itu diketahui masyarakat, dan sebuah organisasi agama Islam di New York (Council on American Islamic Relations) mengeluarkan surat protes tertanggal 3 Juli. Ucapan yang dipermasalahkan tersebut segera dihapus dari Web Site kuil, namun sama sekali tidak ada komentar untuk meminta maaf maupun penjelasan untuk menyampaikan rasa penyesalan.
Ucapan bhiku Nagasaka yang mengakibatkan masalah tersebut adalah seperti berikut: "Karena kekuatan agama Islam yang menginvasi ke India telah membunuh semua bhiku dan bhikuni tanpa tersisa, maka agama Budha di India musnah."
Terhadap pemfitnahan ini, surat protes dari organisasi Islam tersebut menunjukkan fakta sejarah seperti kerukunan agama-agama di bawah kekuasaan agama Islam dan menegaskan bahwa "[kata-kata dari bhiku Nagasaka] terlalu dangkal pemahamannya terhadap kenyataan." Selain itu, dalam surat protes tersebut juga diperkenalkan komentar dari anggota parlemen DPRD Propinsi dan Kepala Dinas Pemerintah Daerah Kota Queens yang menegaskan bahwa "kata-kata dari bhiku Nagasaka sama sekali tidak bisa diterima."
Selain itu, dijelaskan bahwa kebanyakan umat agama Budha selama ini memahami hubungan harmonis di antara agama Islam dan Budha selama berabad-abad dan memprotes terhadap kata-kata bhiku Nagasaka.
Pada tanggal 9 Juli, organisasi agama Islam berdemonstrasi di depan Kuil Myosetsu-ji sebagai reaksi terhadap bhiku Nagasaka yang tidak ada ketulusan hati. Menurut pimpinan organisasi Islam tersebut, masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan menghapus kalimat yang dipersoalkan saja, namun "harus ada pengertian terhadap kesalahan diri sendiri dan permintaan maaf", katanya.

Zoom out Zoom out Zoom out Zoom out
Newsday, tanggal 10 Juli 2003
Ketua Umum organisasi Islam, The Council on American Islamic Relation (CAIR), Bapak Ghazi Khankan memprotes dengan keras pada kritikan agama Islam yang tidak benar dari bhiku Nichiren Shoshu.
FLUSHING TIMES, tanggal 7 Juli 2003
Ketua Umum CAIR Bapak Ghazi Khankan yang menyerahkan surat protes kepada pihak kuil Myosetsuji di Queens dan dilanjutkan jumpa pers di depan kuil tersebut.
Zoom out
AL HAYAT, tanggal 10 Juli 2003
Artikel mengenai pergerakan protes CAIR dimuat di surat kabar bahasa Arab, AL HAYAT. Artikel tersebut memperkenalkan CAIR meminta kepada pihak Nichiren Shoshu supaya berminta maaf dan berdialog dengan tokoh agama Islam.

2) Pemerintah Argentina mencabut status badan hukum Nichiren Shoshu

Pada tanggal 2 Juli 1998, Pemerintah Argentina menetapkan sebuah keputusan untuk melarang segala kegiatan agama tersebut di masa akan datang dan mencabut status badan hukum Nichiren Shoshu di Argentina yang sudah terdaftar sejak tahun 1995. Sebuah laporan pemerintah tertanggal 15 Juli mengumumkan hal ini secara resmi.
Status badan hukum Nichiren Shoshu dicabut berdasarkan dua hal. Alasan pertama adalah sebuah pernyataan kritis tentang Mother Teresa yang dibuat oleh Bhiku Dorei Ito, seorang bhiku Nichiren Shoshu yang bertugas di Argentina, dalam majalah bulanan Nichiren Shoshu (bulan September 1997). Bhiku Ito mencela Dan memfitnah Mother Teresa yang beragama Katolik, penerima hadiah Nobel untuk perdamaian, sebagai "iblis welas asih yang mengajak orang-orang menuju kesengsaraan. Mother Teresa berdasarkan pada ajaran yang salah. Dia merasa bahwa tindakan diri sendiri itu benar dan murni. Tetapi, karena ajaran yang dibabarkan itu salah, maka orang-orang yang mengikutinya juga jatuh ke dalam neraka seperti dia." Pernyataan Bhiku Ito menimbulkan perdebatan di kalangan umat Katolik di Argentina dan pemerintah yang diprotes oleh Uskup Agung mengambil tindakan dengan mengeluarkan keputusan seperti di atas.
Alasan kedua adalah pendirian sebuah bangunan keagamaan sebagai pusat keagamaan milik Nichiren Shoshu yang dibuka di ibu kota Argentina, Buenos Aires tanpa mendapatkan ijin yang diperlukan dari pemerintah.


Departemen Agama Argentina menunjukkan pandangan seperti "Justru hak orang ketiga merupakan batas kebebasan agama. Organisasi yang bersangkutan (red: Nichiren Shoshu) telah meremehkan dan memfitnah berbagai agama, dan tindakan tersebut telah melampaui batas hak dan kebebasan ini." Dengan demikian, pemerintah Argentina memutuskan untuk mencabut status badan hukum Nichiren Shoshu di Argentina.